
Harga diri seseorang adalah sebatas penerimaannya kepada dirinya sendiri. Harga diri bukanlah sebuah label yang bisa ditempelkan di kening manusia. Manusia bukanlah benda mati, walaupun sebenarnya manusia menjual dirinya, untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Bersuci sebagian dari iman, Al Hamdulillah dapat memenuhi timbangan), Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit dan bumi, Sholat adalah cahaya), shadaqah adalah bukti), Al Quran dapat menjadi saksi yang meringankanmu atau yang memberatkanmu.
Semua manusia berangkat menjual dirinya) ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan dirinya. (Riwayat Muslim).
Menjual dirinya berarti menta’ati Allah atau mentaati syetan dengan bermaksiat kepada-Nya, untuk lebih jelasnya, silakan baca syarah Hadits Arba’in Nawawi.
Perbudakan sudah beralih dari hubungan tuan-budak menjadi organisasi-anggota, negara-rakyat, perusahaan-pegawai. Manusia memilih dan mengambil bentuknya masing-masing sebagai “budak” dari majikannya atau jika mau lebih halus sebut saja “hamba” dari yang kepadanya dia menghamba. Intinya sama saja.
Majikan memberikan aturan, hamba menuruti. Jika hamba tidak menuruti, majikan akan menghukumnya. Jika hamba bekerja dengan baik sebagaimana diperintahkan, majikan akan senang dan memberikan apa yang dia inginkan. Mungkin berupa harta, atau mungkin berupa hamba sahaya wanita yang dia nikahkan padanya, atau memerdekakannya.
Penghargaan diri seseorang adalah sebatas pemahaman atas kelebihan dan kekurangan dirinya, dan tetap menyukai dirinya sendiri. Jika seseorang sudah tidak menyukai dirinya sendiri, siapa lagi yang bisa menyukainya? Ibunya? Hm.. mungkin, selama dia bukanlah ibu yang tega membuang orok yang dia kandung di tempat sampah atau di kali.
Orang yang memiliki penghargaan diri yang cukup merasa aman menjadi dirinya sendiri,dan tidak terganggu jika dia berbeda dengan orang lain dalam beberapa hal kecil. Perbedaan kecil itu adalah seperti perbedaan seorang presiden dengan rakyatnya, perbedaan seorang milyuner dengan seorang tukang bangunan. Perbedaan langit dan bumi. Sejak kapan langit dan bumi berseteru, sehingga tidak mau bertemu di horizon?
Continue reading
-7.280931
112.788049