Valentine day
Telah dituliskan: 7 Februari 2013 Filed under: as a moslem, as a reader 4 Comments »
Reblogged from Diary Kehidupan:
Bulan Februari tertanggal 6 tahun 2013. Mlethek-mletheking wulan katresnan :lol: . Bulan yang katanya bulan tjintah di tanggal 14 ini. Dan sedikit membuat kita geli dengan sebutan "Valentin days".
Wew, sangat fenomenal sekali peristiwa tanggal 14 Februari ini sehingga banyak sekali simbol sebagai tanda ungkapan buat mereka yang dicintanya. Dari cokelat, bunga, boneka lutcyu dan imyuut ber-Lope-lope, dan apalagi?
Jujur, wanita yang disamakan dengan asmirandah ini tidak pernah sama sekali mendapatkan cokelat dari yang namanya lelaki.
Semacam kultwit tentang #CintaPadaAllah
Telah dituliskan: 16 Mei 2012 Filed under: as a dreamer, as a moslem, as a writer | Tags: afirmasi, blogging, galau, kebahagiaan, motivasi, Twitter 3 Comments »Jadi sebenarnya saya tidak berhenti nge-blog. Hanya saja sekarang media-nya berbeda. Dua hingga tiga bulan terakhir ini saya lebih aktif di microblogging Twitter. Juga sebelumnya, curhat dan posting lainnya di facebook, saya anggap juga sebagai bagian dari posting yang secara esensi sama dengan blog. What matter is the message itself, not the messenger or the medium.
What matter is not the messenger, maksudnya kalau Anda lihat saya di dunia nyata berbeda daripada apa yang saya posting di dunia maya, maka jangan hiraukan. Karena mutiara pun bisa dibawa dalam mulut seekor anjing.
What matter is not the medium. Blogger, wordpress, facebook, twitter, linkedin, whatever! Setiap platform punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satunya, kalau blog itu postingnya bisa (dan sebaiknya) panjang, lengkap menyampaikan ide yang utuh, dilengkapi ilustrasi atau video. Kalau Twitter, postingnya pendek-pendek kurang lebih 140 karakter. Itu akan memaksa kita untuk berkalimat secara efektif dan efisien.
Nah, salah satu rangkaian Twitter yang saya posting kemarin itu.. (sebenarnya sebagai pengusir kegalauan dengan mengingatkan diri sendiri, hehe, alhamdulillah cukup efektif) ..sekarang saya posting-kan di blog juga. Rangkaian twit ini sering disebut kultwit. Maksudnya kuliah via Twitter. Maksudnya (lagi), isi dari twit sambung menyambung sebagai sebuah pemikiran/kisah utuh yang lebih besar. Biasanya ada penemaan dengan hashtag #, tapi saya sengaja tidak menuliskannya dalam twit saya. jadi kalau mau lihat ketersambungannya, harus melihat TL profile saya, atau baca langsung di blog ini.
Isinya tentang Cinta, Cinta Kepada Allah.
- Cinta itu mesti bersyarat.. Syaratnya cinta pada Allah..
- Termasuk cinta pada diri sendiri, syaratnya adalah cinta pada Allah..
- Saat cinta, kita akan takut kehilangan.. Maka kita harus lebih takut kehilangan (jauh) dari Allah..
- Setiap cinta pasti diuji, begitu pula cinta kepada Allah..
- Saat pun kau dijauhi kebanyakan orang, tidak masalah jika kau masih bisa mendekati Allah..
- Cinta takut ditolak karena merasa tak pantas? Pelajarilah apa yg bisa membuat cintamu diterima Allah..
- Tak cukup dapat perhatian? Maka siapa yg lebih perhatian daripada Allah?
- Rindu pada hiasan-hiasan dunia menyesakkan, maka rinduilah Allah, itu akan membebaskan..
- Menyesal atas berbagai kesalahan? Jangan khawatir, Allah Maha Penerima taubat..
- Jika kau harus membenci, maka bencilah karena Allah!
- Jika kau takut miskin, maka Allah Maha Kaya, mintalah padaNya..
- Jika harapanmu tak tersampaikan, ingatlah bahwa yg telah terjadi adalah takdir Allah..
- Waktu cinta, suka dibuat penasaran? Penasaran-lah pada balasan Allah di Surga..
- Waktu cinta, teringat terus? Ingatlah Allah.. Berdzikirlah dengan menghadirkan hati..
- Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.. (QS. Ar-Ra’d : 28)
- Cintailah apa apa yang menjadikan semakin cinta pada Allah di dunia. Cintailah orang-orang shalih..
- Ingin dicintai apa adanya? Allah tak bebani hambaNya dalam mengusahakan cinta padaNya, melebihi batas kemampuannya..
- Ingin cinta yang sederhana? Cinta pada Allah sederhana, sesederhana kau hirup udara, itu pertanda Dia masih mengasihimu..
- Ingin cinta tak bertepuk sebelah tangan? Cintailah Allah, setiap kebaikan pasti Ia hargai pahala..
- Merasa kesepian? Jadikanlah Allah teman curhatmu..
- Ingin cinta abadi? Cintailah Allah, Dialah Pencipta rasa cinta..
- Cinta pada Allah, cinta yang tak bikin kau gila,
- Cinta pada Allah, cinta absolut, tidak pernah absurd,
- Cinta pada Allah, mencukupi kebutuhan hati untuk memuja secara luar biasa.. Alhamdulillah..
- Cinta pada Allah, cinta yang suci dan mensucikan.. Terucaplah Subhanallah.. Maha Suci Allah..
- Cinta pada Allah, terdefinisi luas pada kasih sayang yang tersebar dimiliki makhluk-Nya.. Dialah Ar-Rahman..
- Cinta pada Allah, membebaskan perbudakan perasaan.. Menuntun kepada indah penghambaan..
- Cinta pada Allah, cinta yang melebihi indahnya janji, terungkap pada bukti perjuangan para pecinta sejati..
- Allah bilang, jika kita mengaku cinta pada Allah, maka kita mesti ikut Nabi.. (QS. Ali Imran 3: 31)
- Allah bilang, hidup ini untuk ibadah.. (QS. Adz-Dzariyat: 56)
- Bacalah surat cinta-Nya, bacalah Al-Quran.. (QS. Al-Ankabut 29: 45)
- Izinkan aku merasakan keindahan cinta padaMu, Ya Allah.. Amin..
Sekian.
PANDUAN SHALAT ISTIKHARAH
Telah dituliskan: 8 Mei 2012 Filed under: as a learner, as a moslem | Tags: doa 1 Comment »Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pada pertolongan Allah dalam setiap urusan-Nya. Yang mesti diyakini bahwa manusia tidak mengetahui perkara yang ghoib. Manusia tidak mengetahui manakah yang baik dan buruk pada kejadian pada masa akan datang. Oleh karena itu, di antara hikmah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia mensyariatkan do’a supaya seorang hamba dapat bertawasul pada Rabbnya untuk dihilangkan kesulitan dan diperolehnya kebaikan.
Bangga, Iri dan Syukur
Telah dituliskan: 21 Oktober 2011 Filed under: as a collector, as a moslem, as an observer | Tags: pengalaman orang lain, syukur 23 Comments »Sebuah pikiran melintas ketika aku menyusuri lorong sepi kampus malam ini:

“Seseorang mendapatkan sesuatu justru jika dia tidak terlalu mengharapkannya”
Aku melihat tempelan poster penerimaan beasiswa, mengawasi spanduk-spanduk penghargaan lomba, mengingat daftar panjang Curriculum Vitae teman-temanku yang luar biasa. Ada juga seangkatan saya, yang sudah bekerja di perusahaan ternama, sedang merintis usaha, atau sudah menikah dan melanjutkan bahtera kehidupannya ke tingkat perjalanan yang selanjutnya.
Mereka telah berhasil mencapai berbagai hal dalam kehidupannya. Ada sebersit iri yang muncul, karena mereka adalah orang-orang yang sebelumnya kutemui setiap hari. Mereka kuliah sebagaimana aku kuliah. Mengerjakan tugas seperti teman-teman mengerjakan tugas. Dan beraktivitas sebagaimana orang lain beraktivitas.
Mereka adalah orang yang sedikit banyak kukenal baik. Di suatu waktu kami bertemu di perkuliahan atau berbincang ringan di kantin. Di waktu yang lain kami shalat berjama’ah di masjid atau mushalla, mereka atau aku yang mengimami.
Ada pula balutan rasa bangga, karena dari perspektif ego-ku, mereka adalah orang-orang yang berkeliling di sekitarku. Aku menjadi sosok orang biasa di antara orang-orang luar biasa. Kuharap dengan begitu suatu saat aku bisa bercerita: lihatlah, dia itu dulu temanku, subhanallah ternyata dia sekarang sudah menjadi orang sukses dan hebat.
Pikiranku mendadak memilin sebuah pertanyaan generalisasi tanpa kuperintah: apa kesamaan yang dimiliki oleh mereka?
Dan dengan berbekal hasil obervasi intuitif terbatasku, aku bisa menjawab beberapa hal.
Introspeksi Diri
Telah dituliskan: 29 September 2011 Filed under: as a moslem | Tags: dakwah, pengalaman 1 Comment »Khutbah pertama kali ane.. Daripada salah, ane baca khutbah dari Majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun X/1427H/2006M. Tidak semuanya dikutip, ada dalil yang tidak ane baca, juga ditambah dengan merapikannya sedikit.

Hidayah Kedua
Telah dituliskan: 20 September 2011 Filed under: as a moslem | Tags: hidayah kedua 6 Comments »Sejak sekitar tiga setengah tahun yang lalu, aku seakan mendapatkan hidayah kedua, mengenal manhaj dan memaknai tauhid.
Baiklah, aku muak
Telah dituliskan: 12 Agustus 2011 Filed under: as a dreamer, as a moslem, as a writer | Tags: afirmasi, blogging, doa 14 Comments »Aku mulai kesal dengan tulisan-tulisanku sendiri. Kok kelihatannya berat banget sih? Padahal sebetulnya aku mau pakai blog ini untuk latihan menulis. Seharusnya sebagai latihan menulis, aku tidak menulis tulisan yang terlalu penting. Tapi aku juga tidak mau lepas dari kaidah asas tulisan bermanfaat.
Keseimbangan. Itu dia.
Sepertinya aku sudah kehilangan keseimbangan. Baca entri selengkapnya »



13 Komentar Terakhir