Hanya untuk Memecah Hiatus
Telah dituliskan: 25 Januari 2012 Filed under: as a writer | Tags: hiatus 7 Comments »Life should go on, isn’t it? So does this blog.
Masih banyak yang tercatat namun tidak ter-publish. Tentang resolusi tahun lalu, kegagalan dalam kehidupan akademis, pengalaman kerja proyek di Kementrian Kesehatan, berbagai perasaan dan pemikiran ketika di Depok / Jakarta, hal-hal yang ditemukan dalam perjalanan, hal-hal yang terlewatkan menjadi sebuah kenangan.
Aku tidak akan menulis semua, dan akan berusaha mengurangi bobot tulisan. Membiarkannya mengalir. Karena sejujurnya, aku juga tersiksa saat menulis berat. Seperti memegang pena seribu ton saja. Juga karena belakangan saya menemukan, ada beberapa tanda OCD yang aku identifikasi terkait dengan hal ini. Mudah-mudahan tidak parah.
Sekian untuk posting pemecah hiatus ini.
Little Nice Things
Telah dituliskan: 25 Maret 2011 Filed under: as an observer, as myself | Tags: asertif, hiatus, kebahagiaan, syukur 2 Comments »Baiklah, untuk meredakan ketegangan setelah beberapa posting yang terasa sangat serius dan melankolis sebelumnya, aku ingin memulai tulisan yang lebih simpel, mengenai hal-hal kecil. Sebagaimana yang dilakukan Neil Pasricha [link].
Beberapa hari ini bukan hari yang luar biasa, namun ada yang berbeda. Ada sudut pandangku yang mulai aware hal-hal kecil lagi. As one friend said, miracle happens on little things. Berikut daftarnya.
13 Alasan Blogku Hiatus
Telah dituliskan: 17 Agustus 2010 Filed under: as a writer | Tags: hiatus 2 Comments »(dalam keadaan sedikit ragu ttg makna hiatus, akhirnya kutulis juga, angka 13 juga dipaksakan ‘mendahului takdir‘ penulisan)
Satu,
Saya sepertinya sedang mengidap Avoidant Personality Disorder. Blog sebagai salah satu interface ke ‘dunia di luar diri’ terasa menakutkan. Nanti saya akan membahasnya (AvPD) lebih dalam di sini.
Dua,
Saya adalah seorang perfectionist yg mengidap komplikasi kebiasaan buruk procrastination. Keduanya saya ketahui *dg terkejut* adalah dua hal yg sering berjalan seiring.
Tiga,
Saya tidak yakin dg kemampuan menulis saya. Lalu saya membaca blog2 dg kata2 l3b4y (seperti ini), dan tersadar: inti sebuah blog adalah ekspresi diri (bold, underlined), yg juga berarti: content is king. Tidak perlu membuat tulisan yang sempurna, atau bahkan bukan tulisan untuk dibaca. Karena as a writer, terkadang I just want to write, sometimes don’t want other to read it. Baca entri selengkapnya »
Hiatus
Telah dituliskan: 16 Agustus 2010 Filed under: as a writer | Tags: hiatus Leave a comment »Nanti akan kucari artinya secara definitif di Wikipedia ato di kamus, tapi sepertinya aku tahu artinya dalam terjemahan bebas: diam, berhenti, tak bergerak, tanpa aksi. Seperti itulah keadaan blog-ku.
*everything happen with a reason*
Kenapa? Ada segudang alasan yg bisa kuberikan. I’ll crave it one by one ’till my fingers numb.
Keyword : mobile, AvPD, comfort zone, trggr, edit-update, perfection-procrastination,



13 Komentar Terakhir