Egoisme vs Altruisme

Paham atau istilah-istilah berakhiran –isme dalam bahasa saya kira cukup menarik. Kalau di-inggris-kan, “is-me” menyenggol2 arti “adalah aku”, seperti Pandji yang memilih judul bukunya Nasional.is.me.

Seperti: Al.tru.is.me. Mungkin aku seorang altruis. Seorang yang mendahulukan kepentingan umum sebelum kepentingan pribadi. Seringkali dalam konteks kebangsaan (dulu ujian PPKn-ku pernah dapat 100 lho :p)

Atau : Ego.is.me. Mungkin aku juga seorang egois. Kadang aku tidak terima jika pendapatku mengenai altruisme itu tidak diakui orang lain. Orang lain harus setuju dengan altruisme.

Dan ketika kedua paham itu berkonflik, menyisakan pertanyaan di titik awal. Mengapa altruisme? Apa itu egoisme?

Baca entri selengkapnya »


Semacam kultwit tentang #CintaPadaAllah

Jadi sebenarnya saya tidak berhenti nge-blog. Hanya saja sekarang media-nya berbeda. Dua hingga tiga bulan terakhir ini saya lebih aktif di microblogging Twitter. Juga sebelumnya, curhat dan posting lainnya di facebook, saya anggap juga sebagai bagian dari posting yang secara esensi sama dengan blog. What matter is the message itself, not the messenger or the medium.

What matter is not the messenger, maksudnya kalau Anda lihat saya di dunia nyata berbeda daripada apa yang saya posting di dunia maya, maka jangan hiraukan. Karena mutiara pun bisa dibawa dalam mulut seekor anjing.

What matter is not the medium. Blogger, wordpress, facebook, twitter, linkedin, whatever! Setiap platform punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satunya, kalau blog itu postingnya bisa (dan sebaiknya) panjang, lengkap menyampaikan ide yang utuh, dilengkapi ilustrasi atau video. Kalau Twitter, postingnya pendek-pendek kurang lebih 140 karakter. Itu akan memaksa kita untuk berkalimat secara efektif dan efisien.

Nah, salah satu rangkaian Twitter yang saya posting kemarin itu.. (sebenarnya sebagai pengusir kegalauan dengan mengingatkan diri sendiri, hehe, alhamdulillah cukup efektif) ..sekarang saya posting-kan di blog juga. Rangkaian twit ini sering disebut kultwit. Maksudnya kuliah via Twitter. Maksudnya (lagi), isi dari twit sambung menyambung sebagai sebuah pemikiran/kisah utuh yang lebih besar. Biasanya ada penemaan dengan hashtag #, tapi saya sengaja tidak menuliskannya dalam twit saya. jadi kalau mau lihat ketersambungannya, harus melihat TL profile saya, atau baca langsung di blog ini.

Isinya tentang Cinta, Cinta Kepada Allah.

  • Cinta itu mesti bersyarat.. Syaratnya cinta pada Allah..
  • Termasuk cinta pada diri sendiri, syaratnya adalah cinta pada Allah..
  • Saat cinta, kita akan takut kehilangan.. Maka kita harus lebih takut kehilangan (jauh) dari Allah..
  • Setiap cinta pasti diuji, begitu pula cinta kepada Allah..
  • Saat pun kau dijauhi kebanyakan orang, tidak masalah jika kau masih bisa mendekati Allah..
  • Cinta takut ditolak karena merasa tak pantas? Pelajarilah apa yg bisa membuat cintamu diterima Allah..
  • Tak cukup dapat perhatian? Maka siapa yg lebih perhatian daripada Allah?
  • Rindu pada hiasan-hiasan dunia menyesakkan, maka rinduilah Allah, itu akan membebaskan..
  • Menyesal atas berbagai kesalahan? Jangan khawatir, Allah Maha Penerima taubat..
  • Jika kau harus membenci, maka bencilah karena Allah!
  • Jika kau takut miskin, maka Allah Maha Kaya, mintalah padaNya..
  • Jika harapanmu tak tersampaikan, ingatlah bahwa yg telah terjadi adalah takdir Allah..
  • Waktu cinta, suka dibuat penasaran? Penasaran-lah pada balasan Allah di Surga..
  • Waktu cinta, teringat terus? Ingatlah Allah.. Berdzikirlah dengan menghadirkan hati..
  • Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.. (QS. Ar-Ra’d : 28)
  • Cintailah apa apa yang menjadikan semakin cinta pada Allah di dunia. Cintailah orang-orang shalih..
  • Ingin dicintai apa adanya? Allah tak bebani hambaNya dalam mengusahakan cinta padaNya, melebihi batas kemampuannya..
  • Ingin cinta yang sederhana? Cinta pada Allah sederhana, sesederhana kau hirup udara, itu pertanda Dia masih mengasihimu..
  • Ingin cinta tak bertepuk sebelah tangan? Cintailah Allah, setiap kebaikan pasti Ia hargai pahala..
  • Merasa kesepian? Jadikanlah Allah teman curhatmu..
  • Ingin cinta abadi? Cintailah Allah, Dialah Pencipta rasa cinta..
  • Cinta pada Allah, cinta yang tak bikin kau gila,
  • Cinta pada Allah, cinta absolut, tidak pernah absurd,
  • Cinta pada Allah, mencukupi kebutuhan hati untuk memuja secara luar biasa.. Alhamdulillah..
  • Cinta pada Allah, cinta yang suci dan mensucikan.. Terucaplah Subhanallah.. Maha Suci Allah..
  • Cinta pada Allah, terdefinisi luas pada kasih sayang yang tersebar dimiliki makhluk-Nya.. Dialah Ar-Rahman..
  • Cinta pada Allah, membebaskan perbudakan perasaan.. Menuntun kepada indah penghambaan..
  • Cinta pada Allah, cinta yang melebihi indahnya janji, terungkap pada bukti perjuangan para pecinta sejati..
  • Allah bilang, jika kita mengaku cinta pada Allah, maka kita mesti ikut Nabi.. (QS. Ali Imran 3: 31)
  • Allah bilang, hidup ini untuk ibadah.. (QS. Adz-Dzariyat: 56)
  • Bacalah surat cinta-Nya, bacalah Al-Quran.. (QS. Al-Ankabut 29: 45)
  • Izinkan aku merasakan keindahan cinta padaMu, Ya Allah.. Amin..

Sekian.


#5 Aktualisasi-diri

(sambungan dari sini)

“Dunia ini ibarat tiram, tetapi tidak bisa kita buka cangkangnya di atas kasur.”

Arthur Miller, 1949

Definisi :

Kemampuan untuk mengejawantahkan kemampuan kita yang potensial. Unsur kecerdasan emosional ini diwujudkan dengan ikut serta dalam perjuangan untuk meraih kehidupan yang bermakna, kaya, dan utuh. Berjuang mewujudkan potensi kita berarti mengembangkan aneka kegiatan yang dapat menyenangkan dan bermakna, dan bisa juga diartikan sebagai sasaran jangka panjang. Aktualisasi-diri adalah suatu proses perjuangan berkesinambungan yang dinamis, dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan bakat kita secara maksimal, dan berusaha dengan gigih dan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri kita secara menyeluruh. Kegairahan dan motivasi untuk terus memupuk minat itu. Aktualisasi-diri merupakan bagian dari rasa kepuasan-diri.

  • Untuk mendapatkan kemajuan yang sesungguhnya, kita membutuhkan sasaran berorientasi-tindakan –tepatnya, langkah-langkah yang bisa ditangani dan mengarah kepada hasil yang diinginkan.
  • Intinya ialah menetapkan sasaran kecil-kecil dalam jumlah besar sehingga sangat mungkin dapat dicapai.
  • Lakukan apa yang kita suka, sukai apa yang kita lakukan.
  • Pekerjaan bukanlah satu-satunya aspek kehidupan. Karena itu, aktualisasi-diri yang sejati mencakup juga kebutuhan untuk serba-bisa, untuk menemukan keseimbangan di semua bidang yang kita tekuni.

(bersambung)


Little Nice Things

Baiklah, untuk meredakan ketegangan setelah beberapa posting yang terasa sangat serius dan melankolis sebelumnya, aku ingin memulai tulisan yang lebih simpel, mengenai hal-hal kecil. Sebagaimana yang dilakukan Neil Pasricha [link].

Beberapa hari ini bukan hari yang luar biasa, namun ada yang berbeda. Ada sudut pandangku yang mulai aware hal-hal kecil lagi. As one friend said, miracle happens on little things. Berikut daftarnya.

Baca entri selengkapnya »


Pengalaman I’tikaf di Masjid Muhajirin

H+1. Masih dalam suasana lebaran. Kemarin sudah berlibur ke rumah nenek.. (terdengar klise ya? Kayak pilihan judul mengarang dulu pas pelajaran bahasa Indonesia SD :D ). Sekarang di rumah lagi, menunggu berkumpulnya sodara-sodara saya (mereka lebih milih mudik setelah agak sepi, nunggu cuti, dan nunggu penyelesaian ‘urusan yang belum usai’ di perantauan)

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 111 pengikut lainnya.