Inspirasiku Menulis
Telah dituliskan: 17 Maret 2011 Filed under: as a reader, as a writer | Tags: inspirasi, mozaik, pengalaman 8 Comments »A : Jika kau tahu besok kau akan mati, apa yang akan kau lakukan?
B : Aku akan menulis lebih cepat.
Sebuah kutipan dari koran Jawa Pos lima atau enam tahun lalu itu masih teringat hingga sekarang. Sebuah pertanyaan fundamental dijawab dengan jawaban sederhana. Menggambarkan betapa sebuah tulisan bisa menceritakan lagi sesuatu setelah kita meninggal. Seperti sebuah warisan yang kita tinggalkan untuk generasi selanjutnya.
Aku dan Catatanku
Telah dituliskan: 20 September 2010 Filed under: as a writer | Tags: koleksi, mozaik 8 Comments »1313
Itu adalah jumlah total notes-ku di hp terhitung per 08/06/2010. Banyak sekali! Entah apa saja yg kutulis di situ. Mulai dari idemuncul *sodaranya sidomuncul :p*, list belanja, catatan peristiwa, hikmah kejadian, kutipan ayat ato hadits, written brainstorming, planning2, copas setatus2 Fb inspiratif, sampai penggalan calon postingan blog. Dan akhirnya aku tertimbun di dalam notes2 itu, bingung mana yg akan dibaca lagi, mana yg hanya untuk ditulis, dan mana yg seharusnya sudah dihapus. HP G900-ku *yg baru saja kupatahkan stylus-nya -maap ya hapeku.. T.T* memang punya tombol shortcut ke notes, which is I like so much, dan kapasitas jumlah notes yg virtually infinite.
Gambar hanya ilustrasi, saya lebih suka pake list view
Me, Just Me (Monologue)
Telah dituliskan: 13 Desember 2009 Filed under: as a writer, as myself | Tags: koleksi, mozaik, pengalaman 4 Comments »What’s the matter about me? Why I’m so sad? Why I’m thinking so many things about my emotions when I know that is useless..
Aku sekarang berada di rumah. Namun bukan rumah yang kuinginkan. Sudah lama aku merasa seperti ini. Aku seperti orang asing di rumahku sendiri. Kebiasaan itu bertumpuk dan membentuk sifat dan kepribadianku. Maybe it just a wrong character building I have. Aku tidak mendapat pembinaan karakter positif yang cukup sehingga berbagai karakter negatif menguasaiku. Aku sering bertindak salah karena tidak tahu cara untuk berkomunikasi dan mendapatkan keinginanku. Aku terlalu banyak takut, dan seakan tidak punya keberanian. Daan sederet sifat yang bisa kukenali seiring aku beranjak dewasa, namun aku tahu lebih banyak yang tidak kukenali, karena aku masih tidak tahu benar apa yang terjadi pada diriku. Baca entri selengkapnya »
Teman-Teman Teladan
Telah dituliskan: 30 Desember 2008 Filed under: as a friend | Tags: mozaik 4 Comments »dia sungguh mengagumkan,
dia sungguh hebat,
dia sungguh pantas diteladani,
dia bukan dari kalangan orang kebanyakan,
dia memang seorang pemimpin,




13 Komentar Terakhir