Pengalaman I’tikaf di Masjid Muhajirin
Telah dituliskan: 11 September 2010 Filed under: as a collector, as a moslem | Tags: dakwah, kebahagiaan, mudik, pengalaman, pengalaman orang lain Leave a comment »H+1. Masih dalam suasana lebaran. Kemarin sudah berlibur ke rumah nenek.. (terdengar klise ya? Kayak pilihan judul mengarang dulu pas pelajaran bahasa Indonesia SD
). Sekarang di rumah lagi, menunggu berkumpulnya sodara-sodara saya (mereka lebih milih mudik setelah agak sepi, nunggu cuti, dan nunggu penyelesaian ‘urusan yang belum usai’ di perantauan)
Perjalanan Mudik(ku)
Telah dituliskan: 6 September 2010 Filed under: as a son, as an observer | Tags: mudik, pengalaman 4 Comments »Alhamdulillah, dilaporkan dari tempat i’tikaf Masjid Muhajirin, kami (‘kami’ hanya untuk kesopanan, sebenarnya saya sendirian) mendapatkan perjalanan mudik yang lumayan mudah dan menyenangkan meskipun agak melelahkan.
Saya mudik pake motor Supra X hitam yang berumur 6 tahunan. Dari Surabaya ke Malang. *Bukan pulang kampung jadinya, coz Malang kota juga kan, haha
*. Perjalanan kurang lebih sekitar 2,5 jam spot by spot (dihitung bukan dari perbatasan). Dari kos-kosan Gebang Lor 61 sampai Masjid Muhajirin Jalan Bendungan Sigura-gura, Malang. Berangkat pukul 16.00, sampai pukul 18.30, dengan istirahat sekitar 15 menit untuk berbuka. Kecepatan tidak terpantau karena speedometer rusak, termasuk lampu penanda gear masuk juga mati semua sekarang *jadi bingung ini uda gear 4 tah? Cklèk, ternyata udah, ato masi gear 3? Ngeeng.. dibiarin aja sampe mesin nggèrèng (doh)*.
Perencanaan dibuat sederhana, karena jarak relatif cukup dekat. Rencana: Hari Minggu pulang. Tanpa ada kepastian jam. Sebenarnya lebih enak kalau pagi-pagi. Kalau bulan puasa jalanan sepi sekali. Tapi berhubung ada acara TFM (Training for Mentor) Sabtu-Minggu *yang tidak jadi saya hadiri karena tidor :ngorok:* dan ada juga GOM (Grand Opening Mentoring) hari Sabtu-nya *:ngiler: baru bangun jam 9-an :p* tercatat di agenda di HP G900-ku, jadilah aku menjawab pertanyaan ‘kapan pulang/mudik/mbalik/pulang mudik/mbalik Malang?’ dengan ‘hari Minggu’. Dan Minggu itu aku baru menentukan ‘sore aja deh’. Padahal tanya-nya Rama ‘gak ke-bèngén?’. Hahah, sudahlah. Baca entri selengkapnya »




13 Komentar Terakhir