Berhenti Berpikir

Semua pekerjaan harus berhenti pada suatu waktu. Semua pertemuan harus berakhir pada perpisahan. Waktu, akan habis suatu saat.

Ups. Aku tidak hendak untuk mengajukan pertanyaan retoris filosofis a la mahasiswa filsafat. Tapi begitulah. Berbagai cara yang kutempuh untuk mencapai abstraksi tertinggi, teori terluas, dan kebenaran absolut. Aku tidak bisa melawan diriku sendiri untuk tidak memikirkannya.

Kurang kerjaan. Mungkin. Karena ada pekerjaan lain yang seharusnya kulakukan, justifikasi itu kurang relevan. Jadi sekarang yang harus kulakukan adalah berhenti. Berhenti berpikir. Sejenak saja.


Aku (mungkin) Gila!

Aku membaca ilmu jiwa (psikologi) untuk menjawab tanya apa yang sedang terjadi pada diriku. Ada berbagai teori yang diajukan, berdasarkan diagnosis tanda-tanda yang ditemukan pada orang-orang yang memiliki gangguan jiwa.


The Scream (Norwegian: Skrik; created in 1893–1910),
expressionist paintings by Norwegian artist Edvard Munch

http://en.wikipedia.org/wiki/
The_Scream

Gangguan jiwa? Baca entri selengkapnya »


Tentang Motivasi

Akhir-akhir ini lagi kurang motivasi… sebelumnya juga sempat curcol ke temanku yang belajar psikologi pendidikan di UM Malang, trus iseng-iseng Googling pake keyword “motivasi tanpa batas,” nemu blognya mas Iwan Budianto, ternyata isinya merujuk ke wikipedia… Kebanyakan tentang teori-teori motivasi aja sih.

Rencananya postingan ini bukan cuma reblog dari blog lain atau cuma dari Wikipedia (yang konten-nya bisa berubah). Dan karena ini juga cuma teori, aku sebenarnya ingin menuliskan juga tentang aplikasinya, tentang rencana implementasi dari teori-teori tersebut. Yang paling mudah seharusnya pada diriku sendiri dulu. Baca entri selengkapnya »


Melawan Kemalasan

Saat tujuan dipertanyakan. Saat berada dalam kondisi nyaman. Saat tidak berada dalam keterbatasan. Saat gairah mengalami kehilangan. Saat motivasi menurun. Saat kecewa beruntun. Berat tuk melangkah santun. Menyeret kaki lamban. Saat berada dalam keheningan. Saat sendirian. Saat tiada teman. Saat lepas dari pegangan. Saat terlena oleh godaan. Saat mengutuki keadaan. Saat memusuhi lingkungan. Saat marah blingsatan. Saat putus asa hampir lewat batasan. Saat iri dengki hasud mewarnai kepribadian. Saat diri diliputi kesombongan. Saat terlupa janji Ramadhan. Saat lalai dari mengingat kematian. Saat menyadari waktu telah dihabiskan. Saat mendapati diri dalam kerugian. Saat menyalahkan hari kemarin. Saat menghadapi hari besok penuh ketakutan. Saat krisis kepribadian. Saat jauh dari ukuran kemandirian. Saat merasa tidak bisa diandalkan. Saat amanah demi amanah tidak bisa dipertanggung jawabkan. Saat di kasur tubuh bertelekan. Saat tak usainya daftar pekerjaan. Saat diri selalu memilih penundaan. Saat dunia ini terasa sebagai beban. Saat semangat hanya sebagai teriakan pelan. Saat semangat hanya menjadi tulisan. Saat sakit mental menjangkiti badan. Saat emosi lebih diperhitungkan. Saat tak bisanya jernih berpikir rasional dalam pikiran. Saat semakin dekatnya masa depan. Semakin dalam digali kuburan.

Aku akan terus melawan kemalasan!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.