#3.5 Jangan Manja, Jadilah Mandiri!
Telah dituliskan: 25 Juli 2011 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as a moslem, as a son, as myself | Tags: afirmasi, psikologi, sabar, syukur | 6 Comments »(Sambungan dari #3 Kemandirian)
Be careful with your own thought
Telah dituliskan: 25 Juni 2011 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as a learner, as a moslem, as myself | Tags: afirmasi, inspirasi, motivasi, sabar, syukur, takdir | 24 Comments »Setelah sebelumnya menulis yang galau-galau, sekarang aku mau nulis yang lain. Ternyata pelampiasan itu bukan cara meredakan luapan emosi. Mungkin kalian pernah merasakannya. Mungkin berupa sebuah kesedihan yang makin menjadi-jadi setelah menangis. Atau kekesalan yang malah membesar menjadi kobaran amarah setelah ditumpahkan.
This slideshow requires JavaScript.
It’s happen to me. Baca entri selengkapnya »
Tawakkal
Telah dituliskan: 11 Juni 2011 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as a moslem | Tags: ngaji, sabar, tawakkal | 10 Comments »Milikilah ketenangan atas rezeki yang telah ditetapkan padamu. Bagaikan ketenangan seekor burung yang terbang mencari makan pada pagi hari dan pulang dalam keadaan kenyang. Itulah tawakkal. Sebuah pasrah seluruh setelah peluh meluruh.
Analisis Kegalauan
Telah dituliskan: 7 Juni 2011 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as a man, as a moslem, as myself | Tags: afirmasi, galau, sabar, syukur | 21 Comments »Aku sering bertanya apa dan mengapa, pada diriku sendiri. Melihat segala jejak yang sudah kulalui. Merasakan sakit kepala yang kualami hampir tiap pagi.
Curahan Kegalauan
Telah dituliskan: 4 Juni 2011 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as myself | Tags: sabar | 10 Comments »Perasaan rendah diri ini membunuhku perlahan, masa-masa memperbaiki diri habis diganti masa-masa konsekuensi, rasa sesak dan kecewa menjadi-jadi, mulai dari kekecewaan kecil berubah meraksasa menjadi kekecewaan besar,
aku tidak tahu harus keluar ke mana jadi aku di dalam sini saja, aku tidak punya teman setia jadi aku menyendiri saja, aku tidak tahu harus melakukan apa jadi aku diam saja, lama-lama aku bisa gila gara-gara pikiranku sendiri, aku menjerit tertahan, menangis tak bersuara, kadang berharap ketika pagi menjelang aku tidak perlu lagi membuka mataku yg terpejam, haha, mungkin jika aku mati tidak ada yang menyadari, tiba-tiba saja ada bau daging busuk yang menyeruak dari kamar, oh, ternyata dia sudah mati, mari kita kuburkan,
aku menulis emosiku saat ini, mungkin kau tidak merasakannya karena itu kau pikir hanya fiksi belaka, masak, ada seorang yang hampir putus asa masih bisa menulis ini?, jadi kuberitahu, kau tidak tahu perasaanku, lalu apa yang terjadi dengan status facebook dan twitter itu?, itu hanya topeng yang menutupi wajah asliku yang dipenuhi kegalauan, tidak, aku tidak ingin melucu, mungkin sedikit mengemis perhatian dan rasa kasihan, tapi aku tidak perlu berbohong di sini, kurang lebih inilah perasaanku, sebut aku cengeng atau cemen, aku memang belum dewasa, jiwa kanak-kanakku terperangkap dalam tubuh besar ini, bahkan hitungan umurku menjadikan curahan hati ini tidak pantas, masalah sepele katamu, tidak bagiku, gampang bagimu, sepertinya tidak untukku, ah, mengapa aku harus memberitahu?, toh kau tak akan peduli, kau sibuk dengan urusanmu sendiri, aku ada dan tak ada pun sama saja kan?, justru bumi akan terasa lebih luas, kehilangan satu manusia tak berguna,
entahlah, aku bingung mengarahkan hidupku, aku bukan orang tanpa tujuan, tapi impian-impian itu semakin lama semakin mengabur, terbang satu per satu melepaskan jejaknya dari bumi, setelah ini, mungkin kau ingin mengecek keberadaanku, mungkin aku sudah tiada,
Catatan Akhir Bulan
Telah dituliskan: 31 Oktober 2010 | Penulis: Arief Rakhman | Filed under: as a learner, as a moslem | Tags: doa, sabar, syukur, takdir | 4 Comments »Ya Allah, semua yg terjadi adalah kehendak-Mu,
Semua yg kuanggap baik maupun yg kuanggap buruk,
Namun yakinkanlah aku bahwa ketentuan-Mu adalah yg terbaik bagiku,
Ya Allah, semua cobaan yg Kau timpakan padaku,
Semua yg berbentuk fitnah syahwat maupun fitnah syubhat,
Jadikanlah sebagai bahan untuk memperkuat imanku,
Ya Allah, masih banyak amanah-Mu yg terlewat,
Ketaatan yg urung dan luput, atau maksiat yg melanggar batas syariat-Mu,
Perbaikilah amalku hingga menjadi shalih, dan ampunilah kesalahanku,
Ya Allah, semua yg kualami hingga akhir bulan ini,
Berikanlah aku kemampuan untuk men-syukuri-nya atau me-nyabar-kan diri terhadapnya,
Agar aku dapat merasakan bahagia,
Ya Allah, perbaikilah urusanku,
Yang berkaitan dg dunia dan akhiratku,
Jadikanlah semua dalam koridor ibadah kepada-Mu,






13 Komentar Terakhir